Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Ku Peluk Lentera Tuk Kembali

                         Ku Peluk Lentera Tuk Kembali Tuhan...?  Mati lampu dini ini Walau dia telah kembali Ya Rabb..  Dingin ini semakin menusuk Walau telah dibawanya Selimut  Semakin hari semakin sunyi Hanya suara jedug jedug yang menggema Walau banyak di bangun dengan megah Eehhh.. Ehh.. Eehh..  Mati lampu semakin larut  Biar kupeluk lentera tuk kembali, Walau sendiri  Menuju pulang Sang Kekasih  Langgar Pojok, 2017 Lewat Tengah Dini

Senja

                            SENJA Ketika deru angin mengetuk Diantara pelukan Sang Awan Terhentak sukma terjadi Bahwa teringat Sang Fajar Yang mulai pulang keperaduan Bersama itu kulepas dirimu Sang kekasih Awan Yang sempat menghiasi diantara indahnya Senja Harusnya waktu berbicara sedikit lama lagi Yang akan mengetuk dua pintu Pintu antar hati ke hati Antara Sang Awan dan deru angin Bukan waktu Sang Senja yang menghampiri Namun juga bukan salah datangnya Awan

WANITA BERKUDA ( Masa Kecil )

WANITA BERKUDA  AWAL HIDUPKU Tidak ada yang berani memasuki kawasan yang masih dianggap oleh masyarakat sebagai tempat keramat atau menjadi pusat pemerintahan. Hal itu sudah menjadi adat sampai saat ini. Jauh sebelum listrik di temukan, dan bahkan masih banyak berdiri pepohonan yang amat rimbun dan besar, dia hidup diantara kerasnya zaman. Tapi mungkin dia adalah anak kecil perempuan yang sangat bandel yang memberanikan dirinya menantang kata keramat. Dia teman tak kasat ku yang kupanggil dengan Sri, dan ini adalah kisah tentangnya