Kisah Di Januari 1
Januari
Libur tlah hampir usai. Namun rasanya Kaasan tak ingin pergi dari tempat ini. Maklum saja sudah dua minggu ia berlibur di rumah nenek di sebuah daerah yang jauh dari kepadatan kota. Pagi ini ban mobil papa harus berputar ke utara gunung desa untuk menuju kota yang sangat membuatku penat. Namun ada satu kejanggalan di desa nenek. Hal ini membuat Kaasan harus memutar otaknya. Akhirnya kesempatan itu pun datang juga.
Suatu sore Kaasan bersepeda ria menyusuri jalan sempit desa bersama kawan-kawannya. Tak terasa waktu ashar hampir berakhir dan mereka terlalu jauh keluar desa dan memasuki hutan. Seorang kawannya mengingatkan bahwa apabila mereka belum kembali sampai magrib ia akan diambil oleh nenek lampir.
Kaasan pun memikirkan sesuatu yang tak logis yaitu mencoba mencari tahu dimana rumah nenek lampir itu.
Setelah beberapa lama mereka pun menemukan sebuah gubuk tua yang sangat gelap dan kumuh. Halaman rumah tersebut sangat luas. Langkah demi langkah, perlahan-lahan mereka memasuki halaman tersebut, terdengar suara-suara aneh yang bersumber dari dalam gubuk tua itu. Dengan hati berdebar-debar mereka memberanikan diri membuka pintu gubuk tua nan hampir roboh itu.
"Kaasan, apa kamu yakin kamu ingin memasuki gubuk tua ini, lagi pula ini sudah senja hari. Tak baik" tanya kawan-kawan Kaasan dengan ketakutan. Tetapi Kaasan tetap saja memasuki tempat itu.
Tak beberapa lama Kaasan dan kawan-kawannya di kagetkan oleh seekor kelelawar besar yang keluar dari gubuk tua itu. Yang aneh adalah saat kelelawar itu keluar terdengar pula jeritan nenek-nenek tua. "Oh, cuma kelelawar, kok," ucap Kaasan pada teman-temannya yang sudah bergidik ngeri karena suara itu. "Tapi tadi ada semacam jeritan lain, Kaasan," ucapnya. "Buktinya aku tak mendengarnya", "Kaasan, kamu jangan bercanda. Kami serius ni.". Kaasan terus saja dengan pendapatnya bahwa tak ada sesuatu yang terjadi. Namun, kkekhawatiran teman-temannya pun terjadi juga."Tak selang lama terdengar lagi suara jeritan tangis bayi yang sangat nyaring membuat semuanya terkejut hingga tanpa sengaja mereka menginjak ekor kucing hitam. "Kita harus memberanikan diri teman, kitakan ingin mengungkap misteri gubuk tua ini."
Langkah demi langkah, mereka pun melangkahkan kaki mereka. Dengan sedikit keraguan di hati mereka terus melangkah. Melangkah lebih jauh, menelusuri gubuk tua itu sementara hari mulai malam. "Kaasan hari sudah larut tak baik kita berlama-lama disini." Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali pulang. Namun, kejanggalan kembali terjadi pintu salah satu kamar yang semula tertutup tiba-tiba terbuka dan terdengar suara barang-barang jatuh dari kamar. Mereka semua tampak terkejut hingga membuat mereka berlari keluar dari gubuk tua itu.
**
Keesokan pagi, Kaasan menemui teman-temannya di tempat biasa mereka berkumpulnamun, kali ini akan ada banyak kawan-kawan Kaasan yang ikut menelusuri gubuk tua itu. "Bagaimana ini Kaasan? Apakah kita akan menelusuri misteri gubuk tua itu lagi?" "Kita harus mencari tahu inti dari permasalahan yang ada", "Apa maksudnya, Kaasan?", "Kita harus bisa mengungkap misteri yang selama ini tersimpan di gubuk tua itu."
Bersambung...
Next Kisah di Januari 2
Komentar
Posting Komentar