Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Kisah di Suatu Pagi

Pagi ini merona terlalu Yang mengetuk senyap alam fana Tanpa sadar kisah berulang Kita yang terikat tak lagi sama Rangkulan bukan lagi harapan Tanpa sadar kisah terulang Sesal selalu berngiang Akan bersatu yang padu Sayang tak lagi sama Kau di sana Tenang, dan bahagia Tanpa sadar ada insan mulai terluka

Pintu yang Terbuka Kembali

Tlah sekian kau buat ku terhempas Terhempas dan terhanyut Akan sedu sedan raut dunia Meniti dan teliti Menghitung tanpa terhitung Ah, engkau membukakan pintu kembali Pintu dunia fana yang lama hilang Surya tenggelam dalam pelukan Yang menggoda mekar sang mawar Ada roda yang tak terhenti Yang kau hiasi dengan sasmita Akan kah kembali tanpa berbekas? Hanya yakin kan terpegang

Kasihmu Tak Ada

Terkekang sudah raga ini Terhempas Terlepas, diantara dentuman malam Kami tetap disini Menunggu keadilan dan cinta  Kami yang telah kau lepas Kau pungut setelah mendebu Mengapa kamu kembali Karenamu kami terbuang (Didedikasikan untuk perempuan dalam hidupku yang kini kembali setelah melepaskan)

Java Dance Tarian Jawa: SOLO MENARI 24 JAM PENDHAPA AGUNG ISI SURAKARTA

Java Dance Tarian Jawa: SOLO MENARI 24 JAM PENDHAPA AGUNG ISI SURAKARTA : Lambang Isi surakarta HALOO GUYS Kita bahas tarian lagi yuk Kali ini akan membahas Solo menari 24 jam 2015    Pada saat dapat info ad...

Bara Api

Bara Api Bangkitlah, Generasi bangsa Pecinta dunia keindahan Tengok seberang gersang, Bawah mengering Dunia hanya titipan Ukir haru birunya Cinta dan keindahan Tumbuhkan paru hijau dunia Dan, Dunia menyapa Bulan memulangkan

Aluman Lagu

Alunan Lagu Kala kudengar suaramu Yang merdu mendayu-dayu Terayun segala angan Terasa dunia milik kita Cintaku seakan menyatu Alunan mendayu beriring iring Namun semua ada batas, Batas tepian ada Angin Batas hilir tersapu akan bara api

Rintihan Kala Senja

Hujan Kala senja memanggil Sang Fajar Tak kudengar suaranya kembali Selimut putih menutupi jagad Mulut terbungkam, Hati bertanya Dewi Malam belum menari Namun, Sang katak bernyanyi merdu Mulut terbungkam, Hati bertanya Gemericik air mata Senja? Atau tangis ibu Pertiwi? Anaknya kini menghilang Diantara selimut putih