Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Sepasang Mata Bola Tua

Sepasang Mata Bola Sepasang mata bola kini beristirahat Dalam gelap yang ia inginkan Sesekali ia terbuka dan menatap Bergunakah ku sampai hari tua?

Quotes

Jangan putus asa. Tuhan pasti memberi sesuatu sesuai takaran untuk kita dan untuk memberi pelajaran pada kita. Jalan itu pasti engkau temui, entah nanti atau sekarang. Selamat Malam
Ruang Rinduku mungkin terkunci. Pada satu tatapan yang seakan ketakutan dalam gelap,   dekap,  dan terang.

MALAM

MALAM Dalam gelap malam, Seseorang menyapa lembut lewat tetes air matanya. Angin seakan berbisik dalam setiap rintihannya. dia yang Terkekang, Ternista, dan,... T e r b u a n g. Dia mengadu dan berpasrah Dalam gelap malam, ia bercerita dan akan tetap bercerita Ada yang tertinggal dalam kotak Sebuah kotak yang bernama R I N D U Rindu akan pelukan hangat Kekasih Kini ia pergi,entah kemana. Secepat Jago benyanyi di depan Mata Bapak Hari

Sang Penyuci (Hujan Ini Mempertemukan Kita)

Sang Penyuci Alunan berdenyut merdu Beriring jatuhnya sang penyuci Rintikan menghias sanubari Tak terasa kami terlena Rintik semakin membesar Berubah menjadi derasnya hujan Rindu sudah terobati Kita terlena di basahi sang penyuci BramhSwarga 15/08/16

Sinopsis BramhSwarga

Seorang anak laki-laki bertubuh kurus tinggi sangat terkenal karena pandainya dia bersyair dan menciptakan karya sastra dan melodi indah. Namun, dia terhenti untuk menapaki kariernya karena opsesi teman dan tekanan.  Akhirnya pemuda itu pun, tetap pada pendiriannya. Dan apakah dia tetap dianggap oleh kawan-kawannya? Apakah karyanya masih dihargai? 

Aku Tlah Memilihmu

Gambar
AKU TLAH MEMILIHMU  Sayang berjuta rasa tlah kau tebar Semerbak mewangi kini terasa  Terbalut selimut dan senyum itu  Di balik tirai ku jumpa dikau Maaf harus ada tetes air mata di pipi Karena dulu belum sempat aku mengucap Cinta suciku hanya untukmu  Sayang Terbukalah Bukalah tirai itu Karena kau telah menjadi milikku Selamanya dan sampai nanti 

Lumpuh Karena Cinta

Terbaring sudah raga Di tengah alunan gending pengiring Perang tak berkesudahan Prajurit tak mampu kembali Perintah tak lagi menyatu Perang tak berkesudahan Wanita menunggang kuda Membawa taburan mewangi bunga Mekar di rayu di dalam kalbu Aku hanyut kalah Dalam cinta Dan perang

Kematian dan Mimpi

Terbujur Kaku Dalam Mimpi Masih ku ingat Sapuan sang jagad yang menyapa Deru ombak berkilauan Kita yang melepuh termakan sang surya Rayuan maut ku beralun Tenang, dan tentang Impian kita bersama Namun, Masamu sudah datang lebih dahulu dari kami Pergi tuk kembali Berpeluk manja dengan mimpi Berpeluk manja dengan awan Kini kau terbujur sudah Bersama mimpi indahmu Yang kan kami jaga bersama Tenang lah sahabat sejati. We Love You ❤

Akhir Kesepian

Diakhir Sepi Kau yang telah membawaku Masuk dan terjerumus Namun kini kau yang pergi Kau yang melukiskan Dengan cat, dan goresan itu Namun, kini kau buang dan terbakar Kau yang datang Kau yang memulai Menorehkan tinta dalam kertas Pergilah Maka secepat itu aku terbakar cemburumu

Wanita Bersanggul Kini

                                                            Wanita Bersanggul Tertekuk masam raut wajahmu Yang termenung di antara taburan bintang Dan kau hiraukan nyamuk bernyanyi Wajahmu kini tak lagi sama Yang mengkerut dimakan zaman Kerasnya zaman Kejamnya dunia Menuntut dirimu kembali Bernyanyi menari di antara deru mesin Mesin berlalu jatuhkan sepeser rupiah

Mawar Kembali

Yang membekas tiada akhir Yang berakhir kembali bersinar Laksana sapuan ombak Menerpa menghempas dan membawa Membuka lembar baru terkoyak Namun terhias Andai aku tahu mawar mekar kembali Kumbang tak akan datang Duri tak lagi menyerbu

Kisah di Suatu Pagi

Pagi ini merona terlalu Yang mengetuk senyap alam fana Tanpa sadar kisah berulang Kita yang terikat tak lagi sama Rangkulan bukan lagi harapan Tanpa sadar kisah terulang Sesal selalu berngiang Akan bersatu yang padu Sayang tak lagi sama Kau di sana Tenang, dan bahagia Tanpa sadar ada insan mulai terluka

Pintu yang Terbuka Kembali

Tlah sekian kau buat ku terhempas Terhempas dan terhanyut Akan sedu sedan raut dunia Meniti dan teliti Menghitung tanpa terhitung Ah, engkau membukakan pintu kembali Pintu dunia fana yang lama hilang Surya tenggelam dalam pelukan Yang menggoda mekar sang mawar Ada roda yang tak terhenti Yang kau hiasi dengan sasmita Akan kah kembali tanpa berbekas? Hanya yakin kan terpegang

Kasihmu Tak Ada

Terkekang sudah raga ini Terhempas Terlepas, diantara dentuman malam Kami tetap disini Menunggu keadilan dan cinta  Kami yang telah kau lepas Kau pungut setelah mendebu Mengapa kamu kembali Karenamu kami terbuang (Didedikasikan untuk perempuan dalam hidupku yang kini kembali setelah melepaskan)

Java Dance Tarian Jawa: SOLO MENARI 24 JAM PENDHAPA AGUNG ISI SURAKARTA

Java Dance Tarian Jawa: SOLO MENARI 24 JAM PENDHAPA AGUNG ISI SURAKARTA : Lambang Isi surakarta HALOO GUYS Kita bahas tarian lagi yuk Kali ini akan membahas Solo menari 24 jam 2015    Pada saat dapat info ad...

Bara Api

Bara Api Bangkitlah, Generasi bangsa Pecinta dunia keindahan Tengok seberang gersang, Bawah mengering Dunia hanya titipan Ukir haru birunya Cinta dan keindahan Tumbuhkan paru hijau dunia Dan, Dunia menyapa Bulan memulangkan

Aluman Lagu

Alunan Lagu Kala kudengar suaramu Yang merdu mendayu-dayu Terayun segala angan Terasa dunia milik kita Cintaku seakan menyatu Alunan mendayu beriring iring Namun semua ada batas, Batas tepian ada Angin Batas hilir tersapu akan bara api

Rintihan Kala Senja

Hujan Kala senja memanggil Sang Fajar Tak kudengar suaranya kembali Selimut putih menutupi jagad Mulut terbungkam, Hati bertanya Dewi Malam belum menari Namun, Sang katak bernyanyi merdu Mulut terbungkam, Hati bertanya Gemericik air mata Senja? Atau tangis ibu Pertiwi? Anaknya kini menghilang Diantara selimut putih

Mawar Tertinggal

Derita Bunga Mawar Di kala Surya tak lagi menyapa Rintihan terdengar menyayat kalbu Tangis ilalang menggebu-gebu Kumbang terbang tak kembali Sang bunga tak tersentuh lagi Tersentuh akan rayuan kumbang  Kumbang kini telah hilang  Pergi Menemukan bunga mawar baru Yang telah membalut sore hingga nanti 

Its My Self

Aku Karya : Chrisnawanto Nugroho Biar bumi mengingkari, Biar bulan menutup Kisah ini tak berakhir Aku bukan mutiara yang mudah kau tak lukkan Yang hanya memperindah semata Aku bukan penyair Dalam sendu kutertatih Biar tertembus seribu duri Tapi semangat dan cinta tak kan teringkari

Suara Kalbu

Kabut ( Yang Mengusik) Dan, Kau mencoba mengetuk pintu Lalu kau kembali bercerita Namun, Hilang sudah sukmaku Akankah dapat kembali Sayang, Akankah aku mampu kembali Akankah peluk cium kembali Hanya dia yang mampu kau iring Disela rintik hujan Ku kembali memelukmu Hingga hilang duka sesaatmu

Sayatan Hati - Puisi Insan Merindu

Sayatan Hati Kadang nyiur membisikkanku Kata rindu dari sang bulan Dan, Sang Katak yang terus bernyanyi Seakan mencambuk segalanya Sedang, Butir embun yang menetes mulai membasahi Suatu hati yang entah apa yang dirasa

Selamat Datang

SELAMAT DATANG dalam The.Story Salam sejahtera untuk kita semua. Dalam website ini, saya akan menampilkan karya sastra dan pengetahuan lainnya. Selamat menikmati