Aku tak sadar, Setiap roda yang kukayuh, Sejauh itu aku menyusuri dunia. Begitu juga kini, Semua lagu yang ku lagukan, seperti tak kan pernah sempurna. Kukayuh sepedaku pulang menuju ufuk timur Bapak Hari, jangan kau tutup matamu menjelang nyanyi ayam desa seberang Aku duduk memegang perut, sambil bersendawa. Ahhhhh, legaaa Namun, Begitukah arti lega? Ibu dan Ayah semakin tua. Apakah aku hanya bisa mengayuh sepeda saja? Bagaimana kalau membuat portal Waktu?